Selasa, 02 Oktober 2012

syair ini, syair hati ku, dari dalam hati ku, untuk mu yg telah bahagia dgn dunia barumu..

bahagiamu, murka hatiku

ketika diam, tak terucap
ketika kebekuan, mendekap
ketika batin tak bergerak
senyum palsu terurai..

ya. . . palsu

hati ini murka
hati ini merontah
hati ini marah
tapi kau tak kunjung kembali juah

aku diam, kau diam
kita diam, semua diam
semua hening . . .
semua hampa, hening pecahkan segala

dada ini sesak
batin ini terus merontah
batin ini tersiksa
batin ini tak sanggung berkata-kata
batin ini MARAH
raga hanya bisa diam
diam beribu bahasa
diam tampa kata
diam membeku
diam lalu kaku

apakah kau marah ?
apakah kau terluka ?
apakah kau benci ?
apakah . . . apakah . . . a p a k a h ?

ragamu marah
ragamu tlah meronta
ragamu tlah membenciku
ragamu . . . MARAH padaku..

ragaku diam
ragaku membisu
ragaku kaku
ragaku meneteskan air mata
air mata . . . air mata . . .
ragaku tak tahan
ragaku kecewa
ragaku bersalah
tapi . . . ragamu tetap marah
ragamu tetap semakin marah
marah . . . dan marah . . .

hatiku katakan, hatiku merintih
hatiku marah, hatiku menangis
hatiku iri, iri, dan iri
hanya dapat marah pada raga ini
IRI . . . IRI . . .
jiwa ini iri, iri, iri
cemburu membara
cemburu melihat kau bahagia
bahagia bersamanya, mereka yg sekarang kau cinta

maafkan jiwa, raga, dan hati ini
maafkan kata-kata ini
tak dapat ku ungkap lagi
hati ini merinti dan merinti
bukan ini yang ku cari
bukan ini yang ku mau
bukan pula ini yang ku pinta . . .