bahagiamu, murka hatiku
ketika diam, tak terucap
ketika kebekuan, mendekap
ketika batin tak bergerak
senyum palsu terurai..
ya. . . palsu
hati ini murka
hati ini merontah
hati ini marah
tapi kau tak kunjung kembali juah
aku diam, kau diam
kita diam, semua diam
semua hening . . .
semua hampa, hening pecahkan segala
dada ini sesak
batin ini terus merontah
batin ini tersiksa
batin ini tak sanggung berkata-kata
batin ini MARAH
raga hanya bisa diam
diam beribu bahasa
diam tampa kata
diam membeku
diam lalu kaku
apakah kau marah ?
apakah kau terluka ?
apakah kau benci ?
apakah . . . apakah . . . a p a k a h ?
ragamu marah
ragamu tlah meronta
ragamu tlah membenciku
ragamu . . . MARAH padaku..
ragaku diam
ragaku membisu
ragaku kaku
ragaku meneteskan air mata
air mata . . . air mata . . .
ragaku tak tahan
ragaku kecewa
ragaku bersalah
tapi . . . ragamu tetap marah
ragamu tetap semakin marah
marah . . . dan marah . . .
hatiku katakan, hatiku merintih
hatiku marah, hatiku menangis
hatiku iri, iri, dan iri
hanya dapat marah pada raga ini
IRI . . . IRI . . .
jiwa ini iri, iri, iri
cemburu membara
cemburu melihat kau bahagia
bahagia bersamanya, mereka yg sekarang kau cinta
maafkan jiwa, raga, dan hati ini
maafkan kata-kata ini
tak dapat ku ungkap lagi
hati ini merinti dan merinti
bukan ini yang ku cari
bukan ini yang ku mau
bukan pula ini yang ku pinta . . .
hati ini merontah
hati ini marah
tapi kau tak kunjung kembali juah
aku diam, kau diam
kita diam, semua diam
semua hening . . .
semua hampa, hening pecahkan segala
dada ini sesak
batin ini terus merontah
batin ini tersiksa
batin ini tak sanggung berkata-kata
batin ini MARAH
raga hanya bisa diam
diam beribu bahasa
diam tampa kata
diam membeku
diam lalu kaku
apakah kau marah ?
apakah kau terluka ?
apakah kau benci ?
apakah . . . apakah . . . a p a k a h ?
ragamu marah
ragamu tlah meronta
ragamu tlah membenciku
ragamu . . . MARAH padaku..
ragaku diam
ragaku membisu
ragaku kaku
ragaku meneteskan air mata
air mata . . . air mata . . .
ragaku tak tahan
ragaku kecewa
ragaku bersalah
tapi . . . ragamu tetap marah
ragamu tetap semakin marah
marah . . . dan marah . . .
hatiku katakan, hatiku merintih
hatiku marah, hatiku menangis
hatiku iri, iri, dan iri
hanya dapat marah pada raga ini
IRI . . . IRI . . .
jiwa ini iri, iri, iri
cemburu membara
cemburu melihat kau bahagia
bahagia bersamanya, mereka yg sekarang kau cinta
maafkan jiwa, raga, dan hati ini
maafkan kata-kata ini
tak dapat ku ungkap lagi
hati ini merinti dan merinti
bukan ini yang ku cari
bukan ini yang ku mau
bukan pula ini yang ku pinta . . .